"Lama tidak bertemu, Dhimas Panji ...."Sebuah suara yang telah lama tak ingin didengar Sultan Panji seketika menyelinap dalam rungunya. Pria itu mendongakkan kepala, menatap sosok yang berjalan mendekat, lalu duduk tepat di kursi yang berhadapan dengan yang kini ia tempati.Sultan Panji Adiwangsa tersenyum tipis, menjawab sekenanya, "Benar. Senang melihat Kangmas Aji tampak sehat dan tanpa cela."Aji Wiratara tertawa sumbang. Jelas ia paham dengan kalimat yang sarat sindiran tersebut. Siapa bilang dia menjadi baik-baik saja saat Amartapura yang seyogyanya berada di bawah kekuasaannya, justru jatuh ke tangan Panji Adiwangsa. Pun dengan sang tunangan yang seharusnya tahun ini menikah dengan dirinya. Gadis malang itu malah dipersunting oleh Sultan dari Amartapura di bawah tekanan, yakni sebagai istri tawanan perang. Sungguh, dia tak menjadi gila saja sudah merupakan sebuah kehebatan."Dhimas Panji terlalu memuji." Tutur Aji Wiratara dengan tatapan penuh makna.Tak lama kemudian, para an
最終更新日 : 2026-08-25 続きを読む