"Kamu tidak boleh ke sana, Sha," ucap Rama, suaranya masih parau, pipinya masih memerah bekas tamparan Manisha. "Malam ini, kamu lagi kacau. Aku tidak mau kalian bertemu dalam kondisi seperti ini.""Aku harus ketemu dia sekarang, Rama!" Manisha berdiri, matanya masih basah tapi tatapannya keras, penuh keteguhan yang tidak lagi bisa ditawar. "Aku lelah menunggu kamu siap cerita. Aku lelah menunggu waktu yang tepat menurut kamu. Sekarang aku yang nentuin waktunya.""Sha, ini tengah malam. Villa itu jauh, jalannya berkelok, aku tidak mau kamu—""Aku tidak peduli jam berapa, Rama! Aku tidak peduli jauh sekalipun! Antarkan aku sekarang, atau aku akan cari sendiri!"Rama menatap Manisha lama, mengenali keteguhan yang sama seperti dulu. Saat istrinya nekat mencari tahu sendiri meski sudah dilarang berkali-kali. Ia tahu, kalau ia tetap menolak, Manisha akan tetap pergi dengan atau tanpa dirinya, dan itu jauh lebih berbahaya."Baik," ucap Rama akhirnya, suaranya berat. "Aku antar. Tapi kamu ha
Last Updated : 2026-08-26 Read more