“Sha, serius kamu mau melakukan ini?” Hera tidak jengah bertanya pertanyaan yang sama, meski jawaban yang didapat tidak jauh berbeda.Manisha menatap Hera dengan muka berseri sambil menyuruhnya memilih gaun. “Bagus yang kanan atau kiri?”“Gak ada yang lebih bagus, Sha.” Hera bergidik mengetahui pilihan gaun Manisha. “Kamu niat pake baju nggak sih?”“Terlalu berlebihan, ya?” Manisha menimbang kembali. “Pake dress merah yang kemarin aja kalau gitu, atau pake dress merah dengan model lain.”“Merah lebih menggoda, sih, memang,” sahut Hera cepat. Dia menyapu pandang sekeliling lalu berkata lagi, “Mending undang Rama ke rumahmu aja, deh, Sha. Daripada ke hotel. Aku yakin orang tuamu juga setuju.”Manisha menghentikan aktivitasnya yang sedang menempelkan dress merah ke badan. Dari cermin, dia dapat merasakan kekhawatiran Hera terkait kegilaan yang telah diaturnya.“Aku nggak punya opsi selain rencana ini.” Dilihatnya kembali notifikasi ponselnya yang masih belum mendapatkan balasan pesan dar
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-08 Mehr lesen