Angger merengkuh tubuh Dania ke dalam dekapannya, memeluk wanita itu erat seolah takut sosok di hadapannya akan menguap menjadi bayangan. Bibirnya bergerak liar melayangkan kecupan bertubi-tubi—ke keningnya, pipinya yang basah oleh sisa air mata, hingga ke sudut matanya yang terpancar rasa lelah. Kehangatan napas Angger menyapu kulit wajah Dania, menyalurkan rasa lega yang amat dahsyat sekaligus kerinduan yang mendidih.Perlahan, Angger menurunkan pandangannya. Jemari kokohnya yang hangat merayap turun ke balik selimut tipis rumah sakit, menyusup pelan hingga telapak tangannya berlabuh lembut di atas perut datar Dania. Di sana, di balik kulit mulus itu, ada benih kehidupannya yang sedang tumbuh."Aku akan bertanggung jawab, Dania..." bisik Angger dengan intonasi berat, penuh janji dan kepemilikan yang mutlak. Matanya menatap lurus ke dalam manik mata Dania. "Aku akan membawamu pergi dari neraka ini. Kita buka lembaran baru. Anak ini... dia berhak punya ayah yang utuh, bukan pria kepar
آخر تحديث : 2026-09-13 اقرأ المزيد