Maaf Mas Keponakannmu Jauh Lebih Jantan

Maaf Mas Keponakannmu Jauh Lebih Jantan

last update최신 업데이트 : 2026-08-02
작가:  Adilia방금 업데이트되었습니다.
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 평가. 1 리뷰
13챕터
83조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

Bertahun-tahun Dania menutupi kelemahan suaminya. Tapi malam ini semua berbalik menyalahkan dirinya. "Dasar wanita mandul! Wanita tidak berguna!" ​Kalimat kejam itu menjadi vonis mati bagi pernikahan Dania. Keputusannya untuk menutupi aib suaminya, malah menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Disalahkan hingga dikhianati menjadi puncak dari kesabaran seorang Dania. Di tengah keputusasaannya, datanglah seorang pemuda tampan dengan status keponakan suaminya membuka celah perselingkuhan indah. Pemuda itu menutup luka dan kecewa dihati Dania. Bagimana kelanjutan rumah tangga Dania? Akankah berlanjut atau berakhir dengan perceraian? Dan aib apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Dania?

더 보기

1화

Membangunkan Benda Itu

Dania berlutut di tepi ranjang dengan napas tertahan. Di hadapannya, Bram—suaminya—duduk bersandar pada kepala ranjang dengan wajah merah padam menahan dongkol. Laki-laki itu sedang bertelanjang dada, menatap murka ke arah bagian bawah tubuhnya sendiri yang sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

​"Ayo, Dania! Gerakkan tanganmu lebih cepat! Buat benda ini bangun!" bentak Bram, suaranya naik satu oktav, memecah keheningan malam tanpa memperdulikan perasaan istrinya.

Dania menarik napas dalam-dalam, mencoba menahan rasa hina yang merayap di dadanya.

Dengan jemari yang gemetar, dia kembali melakukan berbagai cara yang diperintahkan suaminya. Dia membelai, merangsang, dan mencoba segala teknik untuk membangkitkan kejantanan Bram yang loyo. Namun, sekeras apa pun usaha Dania, senjata Bram tetap saja lemas, tidak bisa berdiri tegak, seolah-olah seluruh saraf di sana sudah mati total.

Plakk!

Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Dania, membuat wajah wanita itu terlempar ke samping. Dania meringis, merasakan panas yang menjalar di kulit pipinya, diikuti dengan air mata yang langsung dia hapus.

​"Bodoh! Dasar wanita tidak becus!" maki Bram, napasnya memburu penuh frustrasi.

Laki-laki itu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sendiri, lalu menunjuk wajah Dania dengan telunjuknya yang bergetar. "Kamu itu tidak becus memuaskan suami, Dania! Tubuhmu kaku seperti mayat, makanya punyaku tidak bisa bangun! Selera makanku hilang setiap kali melihat wajah membosankanmu itu!"

Dania hanya bisa mengepalkan tangannya kuat-kuat di atas seprai. Hinaan itu bukan yang pertama kali dia dengar. Setiap kali Bram gagal menjalankan tugasnya sebagai pria, Dania yang selalu dijadikan kambing hitam

"Mas, tolong dengerin aku sekali ini aja," bisik Dania, suaranya bergetar menahan tangis yang siap pecah. Dia mendongak, menatap mata Bram yang masih menyalang penuh amarah. "Ini bukan salah sentuhanku. Kita harus realistis, Mas. Mungkin ada masalah dengan kesehatanmu. Bagaimana kalau besok kita ke dokter spesialis? Kita konsultasi, cari tahu apa penyebab medisnya."

Kata 'dokter' dan 'medis' membuat wajah laki-laki itu seketika menegang, jauh lebih merah dari sebelumnya.

"Ke dokter?!" Bram berteriak, suaranya menggelegar di dalam kamar yang kedap itu. Dia langsung menyibak selimutnya dan bangkit berdiri di atas ranjang, membuat tubuhnya tampak menjulang tinggi dan mengintimidasi Dania yang masih berlutut di lantai.

"Kamu sengaja mau mempermalukan aku, Dania? Hah?!" bentak Bram sambil menendang bantal hingga terlempar ke sudut ruangan. "Kamu mau aku dicap sebagai laki-laki cacat oleh orang lain? Kamu mau dokter-dokter itu menertawakan aku karena punyaku nggak bisa bangun?!"

"Enggak, Mas, bukan begitu maksudku..."

"Halah, bohong!" potong Bram kejam. Dia meloncat turun dari ranjang, lalu mencengkeram dagu Dania dengan kasar, memaksa wanita itu menatap langsung ke dalam matanya yang melotot. "Kamu itu cuma mau cari alasan untuk menutupi ketidakbecusanmu sebagai istri! Kamu mau cuci tangan dan melempar semua kesalahan ini ke aku, kan? Kamu mau bilang ke semua orang kalau suamimu ini impoten?"

Dania meringis kesakitan karena cengkeraman tangan Bram di dagunya begitu kuat. Air matanya meluncur deras, membasahi jemari Bram, namun laki-laki itu sama sekali tidak peduli. Ego dan harga dirinya yang terluka telah menutup seluruh rasa kemanusiaannya.

"Lepas, Mas... sakit," rintih Dania.

Bram menghempaskan wajah Dania dengan kasar hingga wanita itu hampir tersungkur ke lantai. "Sakit batin aku jauh lebih besar, Dania! Punya istri satu saja tidak bisa diandalkan. Tugasmu itu cuma melayani, membuat suamimu ini tegang dan puas. Tapi apa? Modal tangan pegal sedikit saja kamu sudah menyerah dan langsung menuduh aku sakit!"

Laki-laki itu berjalan mondar-mandir seperti orang kesurupan. Dia menendang kursi rias Dania hingga terguling, membuat beberapa botol kosmetik di atasnya jatuh dan pecah berhamburan. Suara pecahan kaca itu berdenting keras, sewarna dengan hati Dania yang hancur berkeping-keping.

"Kamu tahu kenapa punyaku loyo?!" Bram berbalik, menunjuk wajah Dania dengan beringas. "Karena kamu tidak ada gairahnya sama sekali! Kamu monoton, kaku, dan membosankan! Perempuan lain di luar sana, tanpa diminta pun tahu cara membuat laki-laki bertekuk lutut. Sementara kamu? Disuruh begini-begitu saja mengeluh!"

Dania memeluk lututnya sendiri di lantai, menangis tergugu di antara pecahan botol kaca. Dia merasa sangat hina, tidak hanya fisiknya yang disakiti, tetapi harga dirinya sebagai seorang wanita telah diinjak-injak sampai lumat. Padahal dia sudah memberikan seluruh tenaganya, menurunkan semua egonya demi melayani kelemahan suaminya, namun tetap saja dia yang menjadi tempat sampah bagi kemarahan Bram.

Bram mendengus jijik melihat Dania yang hanya bisa menangis. Dia menyambar kaosnya di atas kursi dengan sentakan kasar, lalu memakainya dengan terburu-buru.

"Nangis terus kerjaanmu! Bikin suasana makin keruh!" maki Bram, menyambar kunci mobil di atas nakas. "Malam ini aku tidur di luar. Berada satu kamar dengan wanita tidak becus seperti kamu cuma bikin kepalaku pusing!"

Tanpa menunggu jawaban dari Dania, Bram melangkah lebar menuju pintu. Dia menarik gagang pintu dan membantingnya dengan kekuatan penuh.

Brakk!

Pintu tertutup dengan sangat keras, hingga meninggalkan Dania sendirian dalam kamar yang berantakan, bersama rasa frustrasi dan luka yang kian menganga.

“Aku harus bagaimana?” isaknya dalam keheningan kamar.

Dania memeluk erat kedua lututnya. Dia meringkuk sakit penuh putus asa. Hingga tak terasa pagi kembali menyapa. Seperti biasa Dania menyiapkan sarapan pagi untuk ibu mertua dan suaminya.

“Mana, Bram?” tanya Renata, yang merupakan ibu mertua dari Dania.

“Ehm…”

“Kemana?”

“Mas Bram semalam pamit ada urusan mendadak ke luar kota, Bu,” sahut Dania membohongi Renata, sembari meletakkan secangkir kopi hitam diatas meja.

Renata mendengus kasar, melirik sinis pada piring nasi goreng yang baru saja disajikan. “Keluar kota atau sengaja menghindari kamu? Ibu yakin Bram itu stres karena setiap pulang ke rumah, dia hanya melihat wajahmu yang lusuh itu.”

Wanita tua itu menyesap kopinya perlahan, lalu menatap Dania dari atas ke bawah dengan tatapan menghakimi.

“Laki-laki itu kalau di rumah tidak diservis dengan baik, ya pasti tidak akan betah, Dania. Mereka akan mencari yang lebih pintar dan cantik diluaran sana. Sekarang, lihat dirimu, jelek tak keurus. Suami mana yang bernafsu. Kamu itu harusnya tahu diri. Sudah lima tahun menikah tapi belum juga bisa memberikan Bram keturunan, minimal buat suamimu itu senang dan manja di ranjang!”

Dania hanya bisa menunduk dalam, meremas ujung celemeknya dengan dada semakin sesak. Kata-kata Renata bak sembilu yang menambah luka dihatinya. Di rumah ini, dia benar-benar sendirian, terjebak di antara suami yang impoten dan ibu mertua yang kejam.

Padahal, lima tahun lalu Dania adalah seorang model papan atas yang cantik dan bersinar. Kehidupannya berubah total sejak dia bertemu Bram di sebuah acara amal. Lamaran manis pria itu sukses meluluhkan hatinya, membuat Dania rela melepaskan seluruh karier cemerlangnya demi mengabdi sebagai seorang istri. Namun kini, pengorbanan besar itu justru berbuah neraka.

“Dania! Kamu dengar aku bicara tidak?!”

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

리뷰

Adilia
Adilia
Yuk mampir dan lanjut baca hingga habis
2026-07-23 19:43:48
0
0
13 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status