Dania mendongak dengan wajah basah, dia melihat sosok Angger berdiri gagah menopang tubuhnya yang hampir limbung. Tanpa memikirkan status, logika, atau batasan moral yang sejak kemarin dia agungkan, Dania langsung menghambur, memeluk leher pemuda itu dengan erat, dan menangis tersedu-sedu di dada bidangnya. Bahunya terguncang hebat, meluapkan seluruh rasa hancur yang sudah menggunung di dalam dadanya.Angger tertegun sejenak merasakan kehangatan dan kerapuhan tubuh Dania yang melekat erat pada tubuhnya. Seringai tipis sempat terbit di sudut bibirnya, namun dengan cepat dia menetralkan ekspresinya. Dia melirik sekilas ke arah koridor, memastikan tidak ada orang yang melihat, lalu merangkul tubuh Dania."Sstt... diam, Tante Dania. Ikut aku," bisik Angger rendah.Tanpa banyak bicara, Angger membimbing dan setengah menyeret tubuh Dania kembali menuju ruangan pribadinya yang tak jauh dari sana. Dia mendorong pintu, membawa Dania masuk, lalu mengunci selot pintu kayu itu rapat-rapat.Angger
Última actualización : 2026-07-24 Leer más