Yuli masih mengucek matanya yang terasa berat, memandangi punggung Dania yang melangkah terburu-buru menuju pintu keluar ruang perawatan. Namun, baru saja kaki Dania melewati ambang pintu rumah sakit, tubuh wanita itu mendadak limbung. Lututnya melemas tak berdaya, belum sempat Yuli memanggilnya, tubuh Dania meluncur bebas lalu jatuh tersungkur keras menghantam lantai keramik rumah sakit yang dingin.Brak!Suara benturan itu terdengar begitu keras. Tas tangan Dania terlempar, isi di dalamnya berserakan, sementara tubuhnya terbaring kaku tak bergerak."Mbak Dania!" jerit Yuli histeris. Rasa kantuknya menguap begitu saja, digantikan dengan kepanikan yang luar biasa.Yuli berlari kencang memburu sepupunya. Dia berlutut di samping tubuh Dania yang telungkup, tangannya gemetaran saat membalikkan tubuh wanita itu. Wajah Dania pucat pasi seperti mayat, bibirnya yang tadinya kemerahan kini membiru, dan kelopak matanya terpejam rapat. Dania telah hilang kesadaran, korban dari tekanan emosi yan
Terakhir Diperbarui : 2026-08-11 Baca selengkapnya