Angger memungut ponsel berlayar retak itu dari lantai, mencoba menggeser ikon hijau pada layarnya yang mati total. Meski jemarinya terus menekan panel kaca yang hancur, layar tersebut sama sekali tidak merespons. Dengan desahan napas pendek, Angger merogoh ponselnya sendiri dari saku celana, mengetik panggilan singkat, lalu memerintahkan seseorang di seberang sana untuk bertindak cepat.Hanya berselang beberapa menit, ketukan pelan terdengar di pintu depan kamar. Seorang pelayan berseragam rapi melangkah masuk dengan membawakan sebuah kotak ponsel terbaru yang masih tersegel. Tanpa membuang waktu, Angger membuka slot kartu ponsel lama Dania, memindahkannya ke ponsel baru, lalu mengaturnya hingga siap digunakan.Melihat pemuda itu bertindak sesuka hati, rasa kesal di dada Dania mendadak membuncah. Dengan sisa tenaganya, Dania merebut paksa ponsel lamanya yang rusak dari jemari Angger."Stop, Angger! Jangan ikut campur atas semua urusanku!" bentak Dania dengan napas terengah-engah, mata
Last Updated : 2026-08-22 Read more