"Jangan-jangan putri Tuan Sanjaya, pemilik rumah sakit besar itu?" tembak Renata cepat, matanya berbinar-binar penuh dengan riak antusiasme dan ambisi. "Waktu itu Ibu dengar dia cari menantu untuk anak tunggalnya!"Sofia tersenyum tipis, mengibaskan tangannya pelan seraya menggeleng. "Bukan, Bu. Dia dari kalangan biasa. Beberapa waktu lalu dia yang menyelamatkan aku saat hampir kecelakaan di area klinik."Penjelasan Sofia seketika membuat dahi Renata berkerut tajam. Rona bahagia di wajah wanita tua itu luntur perlahan, berganti dengan ekpresi ketidaksukaan. Baginya, pernikahan dengan keluarga yang setara, bisa menjunjung tinggi status sosialnya.Uhuk! Uhuk!Di sisi lain meja makan, Dania yang tengah meneguk air putih seketika tersedak hebat. Tenggorokannya terasa terbakar dan dadanya bergemuruh hebat. Air di gelasnya sampai terpercik sedikit ke atas meja makan yang mengkilap."Dania, kalau minum pelan-pelan," tegur Bram dingin tanpa simpati sedikit pun, hanya melirik sekilas dengan ta
Dernière mise à jour : 2026-08-25 Read More