Angger tidak bergeming sedikit pun. Senyum miring yang terpatri di bibirnya justru semakin lebar, memancarkan pesona penuh percaya diri yang begitu menjengkelkan bagi Dania."Kalau marah, wajah Tante semakin cantik," bisik Angger rendah, menatap lekat-lekat mata Dania yang menyala dipenuhi kejengkelan.Dania menghembuskan napas berat, mencoba menahan gejolak emosi yang hampir membuat dadanya meledak. Dia sadar melayani ocehan pemuda ini hanya akan menguras tenaganya yang belum pulih sepenuhnya."Pergi kamu, Angger! Aku mau ganti baju," ucap Dania beralasan, berharap alasan logis itu cukup kuat untuk mengusir keponakan suaminya keluar dari ruangan.Bukannya melangkah mundur atau berbalik menuju pintu, Angger justru terkekeh pelan. Pria muda itu menunduk sedikit lebih dalam, membisikkan kalimat yang seketika menghentikan detak jantung Dania."Aku sudah melihat setiap lekuk tubuh Tante, jadi kalau mau ganti, biar Angger bantu," bisik Angger dengan intonasi santai tanpa beban.Seketika wa
Terakhir Diperbarui : 2026-08-16 Baca selengkapnya