"Bohong!" teriak Bram, suara beratnya menggemuruh memenuhi setiap sudut kamar. Napasnya memburu, matanya membelalak penuh penolakan. "Jangan coba-coba memutarbalikkan fakta, Dania! Ibu tidak mungkin sejahat itu menjerumuskan kamu ke tempat cabul. Kamu cuma cari-cari alasan buat menutupi kelakuan kurang ajarmu tadi!"Dania menghembuskan napas panjang. Tidak ada gurat takut di wajahnya, hanya rasa lelah yang nampak jelas dikedua sorot matanya, Dia sudah cukup malas untuk menanggapi sangkaan dari suaminya itu karena hanya akan buang-buang tenaga."Terserah kamu, Mas. Kalau tidak percaya, silakan," jawab Dania dingin tanpa memandang wajah suaminya lagi. "Aku sudah lelah. Mau istirahat."Dia berbalik, melangkah perlahan menuju tempat tidurnya. Namun tepat saat ujung kakinya hendak naik menginjak kasur, suara Bram kembali menghentikan gerakannya."Ingat, Dania! Besok pagi kamu sudah harus mulai bekerja di kantorku," tegur Bram dengan nada memerintah, berusaha menegaskan dominasinya yang mul
Last Updated : 2026-08-04 Read more