"Syaratnya, izinkan aku bekerja, Mas!" tegas Dania dengan pandangan lurus menantang.Bram tampak terdiam sejenak, menimbang-nimbang tawaran itu dengan raut wajah yang sulit ditebak. Senyum picik perlahan kembali terukir di bibirnya."Boleh. Tapi cuma di kantorku," sahut Bram dingin. "Kamu akan mulai dari bawah sebagai karyawan biasa. Pengalamanmu di dunia bisnis juga nol. Dulu kamu hanya seorang model yang mengandalkan penampilan, bukan kemampuan mengelola perusahaan. Jadi, jangan berharap gajimu bisa menyamai Siska.Dada Dania bergemuruh hebat mendengar hinaan telak yang terlontar begitu santai dari mulut suaminya sendiri. Setiap kata yang diucapkan Bram bagai sembilu yang sengaja dilontarkan untuk menjatuhkan harga dirinya. Dania mengepalkan tangannya kuat-kuat, menahan gejolak amarah yang hampir meledak.Tapi, setelah dipikir-pikir, Dania akhirnya setuju. Dari pada harus terus terkurung di rumah itu, menjadi sasaran intimidasi dari suami dan mertuanya, setidaknya di kantor memberin
Last Updated : 2026-08-02 Read more