Angger menoleh tepat saat Dania mendekat. Senyum sinis seketika terukir di bibirnya. Tanpa membuang waktu, tangan kokoh Angger menyambar pergelangan tangan Dania, menarik wanita itu dengan gerakan cepat menuju pojok pasar yang sepi di balik lorong bumbu dapur. "Tante kangen, ya? Sampai-sampai memata-matai aku ke sini," goda Angger rendah, menatap Dania dari jarak yang sangat dekat. Dania mencoba menepis cengkeraman itu, dadanya naik-turun menahan napas. "Angger, aku serius! Ngapain kamu ke tempat seperti ini?" Angger terkekeh tipis, tidak mengindahkan kepanikan wanita di hadapannya. "Kalau Tante mau, nanti malam datang saja ke apartemenku. Aku sudah kangen." "Dasar mesum!" desis Dania tajam. "Kamu kira aku ini siapa, Angger?!" "Kamu tanteku yang seksi..." Angger mendekatkan wajahnya, berbisik tepat di telinga Dania, "...dan butuh kehangatan." Plak! Tamparan keras Dania mendarat telak di pipi kiri Angger. Napas Dania memburu, kedua matanya berkaca-kaca menahan rasa hina da
Last Updated : 2026-08-29 Read more