Pagi yang telah lama mereka nantikan akhirnya tiba. Sejak subuh, rumah kaca itu sudah dipenuhi kesibukan. Nyonya Saraswati bersama beberapa tetangga menyiapkan hidangan di dapur, sementara Vior duduk di kamar ditemani seorang ibu tetangga yang membantunya mengenakan kebaya putih sederhana. Rambutnya disanggul rapi dengan hiasan melati yang menjuntai di belakang. Riasannya begitu tipis hingga kecantikan alaminya tetap terpancar. Di halaman depan, beberapa kursi plastik yang dipinjam dari balai warga telah tertata rapi menghadap sebuah pelaminan sederhana. Latar belakangnya bukan kain mewah, melainkan rangka kayu yang dihiasi dedaunan hijau, bunga melati, bugenvil, dan anggrek dari kebun yang selama ini dirawat Elian dan Vior bersama. Tidak ada lampu kristal ataupun dekorasi bernilai puluhan juta, tetapi suasananya terasa hangat dan penuh kehidupan. Elian keluar dari kamarnya mengenakan kemeja putih, jas berwarna krem muda, serta peci hitam. Ia berdiri be
Read more