Kania hanya tersenyum kecil. Bagas melirik singkat, namun memilih diam. Mereka melewati jalan setapak berbatu. Frisca yang memakai wedges mulai tampak kesulitan menjaga langkah. Sesekali dia mengibas rambutnya yang terkena angin. “Mas, tungguin aku dong,” panggil Frisca manja. “Kalau mau jalan-jalan ya pakai sepatu yang bener,” sahut Bagas tanpa menoleh. Frisca manyun tapi tidak membalas. Mereka akhirnya duduk bersama di gazebo. Udara sejuk, suasananya tenang. Bagas minum dari botol air lalu melirik Kania yang sedang mengusap punggung Naren. “Kalau capek bilang,” ucap Bagas pelan tak mau melihat perempuan itu pura-pura kuat. “Mas tenang aja kelihatannya Mbak Kania kuat kok,” sela Frisca sambil tersenyum. Kania menatap mereka sebentar, lalu mengangguk. “Aku nggak apa-apa.” Kania tidak bisa menikmati pemandangan indah di depannya. Karena situasi di sekitar terasa tidak nyaman. "Kita balik ke villa, cuaca juga agak mendung. Setelah ini baru kita makan sore," ucap Bag
Read more