Keesokan paginya, meja makan untuk sarapan sudah di persiapkan dengan isinya yang beraneka ragam. Dari arah berlainan orang-orang datang, nyonya besar, tuan besar, Frisca, Bagas begitu pun juga Kania.Namun wajah Frisca terus menunduk menghindari pandangan Bagas yang tertuju padanya."Frisca bagaimana dengan tidurmu semalam, nyenyak?" Tanya Bagas tiba-tiba begitu mereka sudah mengisi meja makan. Ekspresinya pun di iringi senyum tipis.Wanita itu langsung menelan ludahnya. Dalam hatinya ia sangat panik. Apa yang akan terjadi setelah ini?Tapi lain dengan nyonya besar, dia tersenyum senang karena berpikir anggapannya semalam sudah menjadi kenyataan jadi ia tak sabar menanti kabar baik dari mereka."Tidur aku nyenyak, mas." Jawab Frisca dengan senyum untuk menutupi ketegangannya."Syukurlah," balas Bagas membuat Frisca makin tak mengerti apa maksud Bagas bertanya seperti ini."Jadi gimana setelah semalam kalian ngobrol-ngobrol? Semalem kamu nyariin Frisca, udah ketemu kan?" Seru nyonya b
Read more