"Aku cuma jengukin kakak aja nyonya. Gak kemana-mana,""Kamu yakin? Kok rasanya saya ga percaya ya. Kaya kamu tu udah bohongin saya,"Walau begitu Kania tetap tenang."Soalnya kemarin ada yang ngirimi saya foto kamu lagi jalan sama pria,"Nyonya besar langsung menunjukkan foto itu.Dan Kania melihat foto itu dengan rasa sedikit kaget, karena itu benar-benar potret dirinya yang di ambil dari kejauhan."Itu pasti cuma kebetulan, Nyonya," ucap Kania tenang. "Orangnya mungkin mirip sama aku, tapi jelas bukan aku. Lagipula... aku gak punya baju sebagus itu." Ucap Kania.Nyonya besar memicingkan mata, menatapnya lama, seolah berusaha mencari tanda-tanda kebohongan di wajah Kania."Mirip banget," gumamnya pelan. "Bahkan dari belakang pun gaya jalanmu sama."Kania tersenyum tipis. "Aku sering dengar orang bilang wajah ku pasaran, Nyonya.""Aneh aja, fotonya dikirim pas kamu juga lagi di luar. Waktunya pas banget," katanya dengan nada dingin.Kania hanya menunduk sopan. "Aku gak tahu siapa yan
Read more