Bita mendorong pintu rumah dan melangkah masuk sambil menenteng helm di tangannya. Baru beberapa langkah, pandangannya langsung tertuju pada Bram yang duduk di sofa ruang keluarga, membelakanginya. Bita berhenti sejenak, masih diam di tempat.“Kok pulangnya agak malam, Ta?”Anggun muncul dari arah dapur dan berjalan menghampirinya. Bersamaan dengan itu, Bram ikut menoleh ke belakang, menyadari kedatangan putrinya.“Tadi ada urusan bentar, Ma,” jawab Bita segera menyalim tangan mamanya, lalu beralih menghampiri Bram. “Pa.”Bram menyodorkan tangannya, dan Bita segera menyaliminya. Setelah itu, ia kembali berdiri, sementara Anggun mengapit lengannya.“Pulang-pulang lesu begini pasti lapar. Ayo, ke dapur. Mama temenin kamu makan. Papa sama Mama udah makan tadi.”Bita mengangguk.“Setelah makan, Papa mau bicara sama kamu.”Langkah Bita yang baru hendak bergerak langsung terhenti begitu Papanya berbicara santai. Gadis
Read more