"Nggak bisa." Bita memandangi profil samping wajah Vino dengan kernyitan dalam. "Nggak bisa gimana?" "Setelah gue pikir matang-matang, gue nggak bisa mengajari lo lebih dari ciuman." "Kenapa?" Bita semakin dibuat Vino tak mengerti. "Katanya kamu bisa, kamu sanggup. Kenapa berubah pikiran?" "Bukan gitu, Ta," gumam Vino masih tanpa menoleh. "Kalau gitu gimana? Jangan bikin aku bingung." Vino menyerongkan badannya, menatap penuh Bita. "Lo masih terlalu kecil. Ciuman yang gue ajari ke lo aja rasanya udah berlebihan." Tidak bisa menahan, Bita memutar bola matanya. "Alasan klise itu lagi," desahnya jengah. "Aku kan udah dewasa. Apa yang kamu takutkan sih sebenarnya? Takut kamu menodai aku?" Ditatapnya Vino. Pada kedua mata hitam pekatnya yang menatapnya lekat, dan selalu berusaha menenggelamkannya. "Aku dengan kesadaran penuh meminta bantuan kamu. Ini pilihan aku, dan tanggung jawab aku. Jadi kamu nggak perlu takut." Vino mengangkat alisnya. "Begitu?" "Iya," balas Bit
Read more