Fero ternyata tidak membawanya ke klinik, melainkan ke rumah sakit milik kampus yang menjulang tinggi di samping gerbang utama.Begitu memasuki ruang ganti perban, Bita sempat tertegun.Ruangan itu jauh lebih nyaman dari yang ia bayangkan. Dindingnya didominasi warna putih gading dengan pencahayaan hangat. Sebuah sofa kecil diletakkan di sudut ruangan, sementara pot tanaman hijau dan lukisan-lukisan sederhana membuat suasananya terasa tenang, nyaris tak menyerupai ruang tindakan.Selama perawat mengganti perbannya, pandangan Bita tak henti-hentinya menyapu setiap sudut ruangan.Namun kini, tatapannya justru bertahan lama pada layar ponsel di tangannya. Tepatnya pada rentetan pesan panjang dari Martin yang dikirim beberapa menit lalu. Bahkan setelah perawatnya selesai mengganti perban dan pergi meninggalkannya sendirian, Bita tak jua mengangkat pandangannya.'Habis kelas pagi tadi vino ngomong pengen ketemu sama lo. Dia beneran n
더 보기