"Kenapa bangun?" Bita menggelengkan kepalanya. "Nggak tau. Cuma ngerasa aja ada yang memerhatikan aku. Terus waktu bangun aku lihat kamu ada disini," ungkapnya lalu menggeser badannya yang menghalangi pintu. "Ayo, masuk." "Lo nggak ngatuk?" Vino memastikan dengan bertanya, melihat sudah dua kali Bita menguap. "Nggak papa." Vino menatapnya janggal. Bita sangat tidak suka jika diganggu tidurnya. Apalagi ketika sedang lelah-lelahnya dan yang Bita mau hanyalah tidur. Tapi lihatlah gadis itu, betapa mudahnya ia mempersilakan Vino masuk, membuka pintu lebar-lebar, dan menunggunya dengan sedikit binar semangat yang menyala dimata mengantuknya. Samar seringaian Vino muncul. Menipiskan jarak, Vino meraih dagu itu dengan sekali gerakan membuat Bita tersentak kecil. "Lo menunggu gue juga, kan? Apa yang lo tunggu dari gue, Ta?" Suaranya begitu saja berubah serak. "Atau ... apa yang lo tunggu dari tangan gue?" Vino bersorak dalam hati begitu Bita membasahi bibirnya gugup, sekali
Read more