"Lexi, aku penasaran sama kamu, apa kamu kalau bercinta jauh lebih kuat dari Baron atau enggak, ya?" ucap Luna dengan nada genit, tidak sadar calon korban di depannya ini sudah ingin muntah.Mendengar kalimat yang menjijikkan itu, gejolak di perut Lexi benar-benar sudah sampai ke tenggorokan. Rasa mualnya melebih-lebihi rasa mual orang hamil! "Bisa nggak kamu itu nggak usah kegenitan sama kegatelan begini! Seumur hidup, kamu itu satu-satunya wanita yang bisa membuat aku alergi!" ketus Lexi, berharap Luna sadar diri dan bisa segera enyah dari hadapannya. "Alergi? Aku ini cantik, tidak kalah seksi dari Angel, kenapa kamu selalu menolak aku, Lex?" tanya Luna, merasakan gondok setengah mati, padahal dia sudah tidak tahan ingin merasakan seperti apa rasanya disentuh oleh Lexi. Lexi meletakkan kedua tangan di depan dada berusaha menghalau Luna untuk menjauh, tapi nampaknya usaha Lexi sia-sia saja. Luna mengulas senyum tipis yang sarat akan arti terselubung. Alih-alih mundur karena dibe
Read more