Lexi memijat pangkal hidungnya, entah kenapa mendadak saja hatinya terasa tidak nyaman, ada resah, juga gelisah yang sulit dia gambarkan dengan kata-kata. Rasanya, bisa dia bayangkan hari di mana dia harus melangkahkan kakinya pergi dari kediaman Keluarga Baron setelah tugasnya selesai. Meninggalkan Angel yang sedang mengandung darah dagingnya, lalu setelah lahir nanti, anak kandungnya akan diurus oleh pria berengsek yang doyan selingkuh seperti Baron. Lexi mengusap wajah dengan kasar, pertanyaan sebelumnya, apakah dia akan sanggup? Sepertinya Lexi sendiri kesulitan untuk menjawab. Bayangkan, anak kandungnya, darah dagingnya sendiri yang begitu berharga, usai lahir, lalu bertumbuh besar, memangggil laki-laki lain dengan sebutan Ayah? Lalu dirinya? Lexi hanya menjadi lembaran usang yang mungkin saja terlupakan oleh sejarah, kan? Sumpah demi dewa manapun, rasanya ingin sekali menghajar orang kalau sedang pusing begini. "Sialan," umpat Lexi, dia meremas rambut, lalu mengac
Read more