Abraham memperhatikan tensi di antara kedua wanita itu mulai semakin tinggi. Dia langsung pura-pura terbatuk demi menyudahi perdebatan dua wanita cantik."Uhuk! Uhuk! Aduh, Nyonya, jangan marah sama Mbaknya Lexi," kata Abraham."Mbaknya Lexi ini emang wataknya keras dari kecil, semenjak sawah kami gagal panen diserang wereng bajingan itu, dia memang kecewa. Tapi bener kata Mbaknya, ini urusan aib keluarga kami. Tolong Nyonya tunggu di luar sebentar, ya? Biar saya yang menceramahi anak durhaka ini, biar dia bisa kasih solusi, supaya nggak saya suruh minum racun tikus," kata Abraham, mencoba membujuk Angel.Lexi yang sejak tadi menahan napas sampai sesak, langsung menyenggol lengan Angel dengan santai, mencoba mencairkan suasana."Udah, Nyonya Cantik, mending tunggu di meja depan dulu, ya?" bisik Lexi di dekat telinga Angel, dengan senyum jahilnya, mencoba untuk tetap bersikap tenang, meski hatinya deg-degan setengah mampus."Daripada Nyonya stres dengerin bapak saya ngomel pakai bahasa
Read more