"Aku Naura. Kamu pasti Arga, kan? Kakek tadi sempat banyak cerita tentang kamu," ucap wanita cantik itu ramah sambil berdiri dan mengulurkan tangan kanannya ke hadapan Putra. Putra menatap uluran tangan itu sejenak dengan sorot mata datar, lalu menyambutnya sekilas tanpa senyuman. "Ya, saya Arga," jawabnya dingin. Kakek Kusuma, yang tidak menyadari sikap dingin cucunya, langsung bertepuk tangan pelan. "Nah, kalau kalian sudah saling kenal, mari kita pindah ke ruang makan. Kakek sudah lapar, dan juru masak kita sudah menyiapkan makanan spesial malam ini." Sebelum Putra sempat bergerak untuk mendorong kursi roda kakeknya, Naura dengan gerakan cekatan sudah melangkah terlebih dahulu memegang pegangan kursi roda Kakek Kusuma. "Biar saya saja yang bantu dorong, Kek," tawar Naura manis. Kakek Kusuma tersenyum lebar. "Wah, Naura ini memang gadis yang cekatan dan penuh perhatian. Ayo, Arga, mari kita ke meja makan." Selama proses makan malam berlangsung di meja makan yang mewah, sua
Read more