Hingga setelah Alya menghabiskan suapan terakhirnya, Putra memberanikan diri untuk membuka suara, meletakkan garpunya pelan di atas piring. "Alya, ada hal yang sangat penting dan serius yang ingin aku bicarakan denganmu," ucap Putra, suaranya berubah serius dan berat. "Tentang apa?" tanya Alya penasaran. "Tentang ... hubunganku dengan ... Naura," jawab Putra sangat hati-hati. Alya menatap suaminya dengan pandangan waspada, merasakan firasat buruk. Di dalam hatinya, ia menebak, Oh, jadi nama perempuan itu Naura. Dengan sangat hati-hati, memilih diksi yang tepat agar tidak menyakiti perasaan istrinya lebih dalam lagi, Putra menceritakan tentang permintaan mendesak Kakek Kusuma. Ia menjelaskan kondisi kesehatan kakeknya yang terus menurun drastis dan dokter yang menyatakan jantung kakeknya sudah sangat lemah. Putra menekankan bahwa ia sama sekali tidak bisa membantah keinginan kakeknya di saat kondisinya yang rentan seperti ini karena ia sangat mengkhawatirkan kesehatan Kakek. Da
Read more