“Siapa namanya, Haris? Cepat katakan!” pinta Kakek Kusuma dengan mata membelalak penuh rasa penasaran yang teramat sangat, tak sabar ingin segera mendengar nama anak dari mendiang penyelamat nyawanya. Namun, sebelum Haris sempat membuka mulut untuk menjawab, suara pengeras suara dari bagian pendaftaran menghentikan percakapan mereka. “Atas nama Rudi Irwansyah!” panggil suara perawat melalui speaker ruangan dengan cukup lantang. Mendengar nomor antrean keponakannya dipanggil, Haris buru-buru menoleh ke arah Rudi, lalu kembali memandang Kakek Kusuma dengan senyuman penuh rasa tidak enak. “Namanya Alya Wening, Tuan Kusuma,” jawab Haris cepat. “Maaf sekali, Tuan ... saya harus mengantar Rudi dulu ke dalam sekarang karena gilirannya dipanggil.” “Alya ... Wening?” gumam Kakek Kusuma mengulang nama itu, namun belum sempat ia merespons lebih jauh, Haris dan Rudi sudah membungkuk sopan secara bersamaan. “Permisi dulu, Tuan Kusuma,” ucap Rudi sopan. “Silakan, silakan, Nak,” balas
Read more