"Non Dina tidak apa-apa?" tegur Pak Birowo cemas saat melihat jari-jari Dina gemetar meremas foto di tangannya. Dina memejamkan mata sejenak, menghela napas panjang untuk menetralkan gemuruh di dadanya. Rasa nyeri itu kembali menusuk, melihat Fatan berdiri begitu dekat dengan Karina dalam foto tersebut. "Saya ... saya tidak apa-apa, Pak Birowo. Terima kasih," jawab Dina pelan, mencoba tersenyum. Ia melangkah keluar menuju mobil yang hendak mengantarnya. Di dalam perjalanan, Dina membuka lembaran kertas laporan kepolisian yang turut dilampirkan dalam amplop. Matanya meneliti setiap baris tulisan resmi itu. Di sana tertulis jelas bahwa insiden penyerangan di apartemen murni dilakukan oleh orang-orang suruhan mantan suami Karina dan Fatan hanya bertindak sebagai penolong. Dina mengusap sudut matanya yang basah. Kebenarannya memang seperti ini ... Fatan tidak bersalah, batin Dina getir. Tapi melihat betapa mudahnya Karina berada di dekatnya, melihat Fatan tersenyum padanya ... aku
Read more