Permisi, Tuan Arga, Nyonya Alya ... tamu Anda, Bapak Hendarman beserta istri beliau, baru saja tiba," lapor sang pelayan sopan. Arga menaikkan sedikit sudut bibirnya, membetulkan letak kancing jasnya dengan tenang. "Baik, sambut mereka dan arahkan masuk ke dalam." Arga dan Alya berdiri tegak menyambut, menatap lurus ke arah pintu utama yang terbuka lebar. Tak lama kemudian, langkah kaki beradu dengan lantai marmer terdengar mendekat. Bapak Hendarman melangkah masuk dengan senyuman lebar nan bangga, didampingi oleh Ibu Ratna yang tampak sangat anggun dalam balutan gaun malam mewah desainer ternama lengkap dengan perhiasan emasnya. Pasangan pejabat tinggi negara itu menyapu pandangan mereka ke sekeliling interior rumah utama Wardana yang begitu megah, luas, dan memancarkan kekayaan kelas atas yang jauh melampaui perkiraan mereka. "Selamat malam, Tuan Arga!" sapa Bapak Hendarman hangat, melangkah maju sambil mengulurkan tangannya untuk berjabatan. "Sungguh kediaman yang sangat
Read more