“Ay, kita berangkat berdua aja, ya?”Anak kecil berusia lima tahun itu memasang wajah pasrah. Semalam Inggit sudah memberikan banyak pengertian kepada Ayya mengenai kesibukan Zio dalam bekerja. Awalnya Ayya tak mau tahu tentang alasan apapun tapi Inggit berjanji kalaupun Zio tidak datang, ia akan memberikan yang terbaik kepada Ayya dalam acara hari ini.Ayya langsung tersenyum tipis ketika ia ingat bahwa seharusnya ia bahagia Inggit bisa menemaninya. Tak apa Zio tak bisa, tapi sekarang dia sudah mempunyai seorang ibu yang selalu ada untuknya.“Iya mama, gak apa-apa,” ucapnya tersenyum tulus.Ketika keduanya hendak berangkat, ponsel Inggit tiba-tiba berbunyi pertanda telepon masuk. Inggit merogoh saku kemudian menerima telepon itu dan menempelkannya di telinga.“Hallo, kak. Kenapa?”Dimas menelponnya.“Git, hari ini sibuk? Ada yang ingin aku bicarakan,” ucap Dimas di seberang sana.“Aku ada kegiatan di sekolahnya Ayya hari ini, kak.”“Sama suamimu juga? Aku ingin berkenalan sekalian. M
Read more