“Saya mohon bertahan sedikit lagi, demi Ayya!”Inggit menatap dalam mata Zio. Tidak Inggit temukan kebohongan dalam mata Zio yang ingin membahagiakan anaknya, tapi tidak juga Inggit temukan cinta dalam tatapan Zio untuknya. Sederhananya, Zio memang membutuhkan Inggit untuk menjadikannya mama untuk Ayya, bukan butuh Inggit untuk menjadi istrinya.“Tapi, kalau harus bertahan sendirian, aku tidak cukup kuat, mas.” Inggit tertunduk lesu.“Saya akan membantumu, saya akan berusaha menjadi versi terbaikku untukmu dan untuk Ayya,” ujar Zio terlihat bersungguh-sungguh.Inggit sedikit merasa senang dengan apa yang Zio lontarkan padanya kini. Akan tetapi Inggit tidak bisa berbohong jika mata Zio tidak menyiratkan cinta untuknya. Tatapan Zio masih hambar dan terlihat dipaksakan.Meskipun begitu, Inggit harus tetap mengapresiasi usaha Zio. Mungkin saja hari ini tatapannya masih hambar, tapi hari-hari berikutnya semoga saja akan berbeda. Setidaknya kali ini Zio sudah ada niat untuk memperbaiki semu
Read more