Dan yang paling menusuk indra penciuman Zahra adalah aroma tubuhnya. Saat pria itu bergeser mendekat, ia mencium wangi parfum mahal yang sangat berkelas. Postur tubuh Zein yang tegap kini terlihat sangat dominan tanpa balutan pakaian lusuh yang biasa ia kenakan untuk menyamar. Dada Zahra mendadak berdesir hebat. Rasa panas dingin yang aneh mendadak menjalar ke seluruh permukaan kulitnya. Duh, ada apa dengan jantungku?"Bang Zein? Masya Allah, saya hampir nggak mengenali Abang," ujar Zahra ramah. Berusaha mengendalikan diri demi menutupi rasa gugup yang luar biasa.Zein terkekeh rendah, suara tawanya terdengar sangat maskulin di telinga Zahra. "Kenapa, Mbak? Apa penampilan saya hari ini terlihat aneh?""Eh, bukan! Sama sekali nggak aneh, Bang. Hanya berbeda sekali. Saya pikir Abang belum sampai.""Saya sudah sampai sini sejak setengah jam yang lalu, Mbak," jawab Zein, matanya menatap Zahra dengan binar lembut yang meneduhkan. Zahra melihat jam tangannya. "Hmm, saya juga nggak telat d
Leer más