Sementara di teras lobby hotel, mobil Aston kebetulan baru juga tiba. Dokter tampan itu segera keluar, mengembangkan senyum hangat melihat sang pujaan hati sudah berdiri di teras. "Kita makan dulu, kamu pasti tadi siang belum sempat makan 'kan?" Aston mengusap lembut wajah Alena sejenak. "Nggak selera," adunya sangat manja. Di balik ruang front office, Danu mengendurkan langkahnya di tengah-tengah ruang. Dari pantulan dinding kaca, ia dapat melihat dengan jelas bagaimana Dokter SpOG itu memperlakukan pujaanya sangat lembut. Disaat Danu ingin melanjutkan jalannya, langkahnya kini kembali di tahan oleh Ratu. "Danu, kamu mau kemana?" Pertanyaan Ratu di sertai tarikan napas berat. Ia masih menahan rasa sedih, kecewa, marah, kesal, bahkan tak terima Danu lebih mengikuti ucapan Alena dari pada dirinya. "Danu, kamu mau samperin siapa sih?" "Lepas!" Danu sudah menarik tanganya, namun Ratu kembali mencengkramannya lebih kuat. Kini bahkan kedua tanganya pun ikut mencengkram. Da
Baca selengkapnya