Mobil Elena berhenti tepat di depan pintu kedatangan Bandara Guarulhos, dan dia bergegas turun tanpa mematikan mesin sepenuhnya, membiarkan petugas parkir mengurusnya. Dia berlari kecil menembus pintu kaca otomatis, tasnya terayun liar di bahu, matanya menyapu tiap sudut area jemput mencari sosok orang tuanya.Kosong.Dia meraih ponsel, jarinya sedikit gemetar menekan nama ibunya."Ibu di mana? Aku sudah sampai, tapi tidak ada orang!""Kami di restoran dekat bandara," jawab ibunya, singkat, nada datar yang membuat Elena merinding sendiri.Elena berbalik, berjalan cepat menyusuri koridor menuju arah yang ditunjuk, melewati deretan kedai kopi dan papan penunjuk gate, sampai akhirnya restoran itu terlihat di ujung koridor. Dia mendorong pintu kaca, napasnya masih memburu, matanya menyapu isi restoran sampai berhenti di meja dekat jendela.Belum sempat dia menyapa, ibunya sudah menarik lengannya, memaksanya duduk."I-ibu, ada apa?" Elena berdebar bukan main. "Buat apa kita duduk lagi? Aku
Read more