"Sayang... suamiku," bisik Reya parau dengan tatapan sayu yang liar.Reya sama sekali tak menjawab pertanyaan Felix. Jemari lentiknya yang hangat justru terangkat, mengelus lembut pipi rahang Felix yang menegang kaku menahan murka.Melihat kondisi Reya yang sudah sepenuhnya terpengaruh alkohol, Felix menghembuskan napas berat. Ia menyela pertanyaan lanjutannya, lalu dengan cepat merengkuh tubuh Reya dan menggendongnya secara bridal style menuju mobil."Reon, jalan sekarang!" perintah Felix tegas begitu pintunya tertutup rapat."Baik, Tuan!" sahut Reon cepat sambil menancap gas, melaju kencang membelah jalanan malam.Di kursi belakang, pengaruh alkohol membuat keberanian Reya membumbung liar. Tanpa ragu, Reya menaikkan kedua kakinya yang mulus ke atas paha kokoh Felix, sengaja menggesekkan panggulnya. Tangan Reya bergerak lancang, menyusup masuk ke balik kemeja Felix, meraba dada bidang suaminya yang keras. Reya menunduk, menempelkan bibirnya yang panas di atas dada Felix, menyesap dan
Read more