Begitu sampai di depan pintu ruangan Hugo, Reya menarik napas panjang.Tok. Tok.“Masuk.” Suara Hugo terdengar dari dalam.Reya segera membuka pintu, namun baru satu langkah memasuki ruangan, tubuhnya langsung berhenti.Mata Reya langsung membulat tajam.Di tengah ruangan, Lulu terlihat berlutut dengan kepala tertunduk, wajahnya pucat, sementara air mata mengalir membasahi kedua pipinya.Reya spontan menatap Hugo.Pria itu berdiri di belakang meja dengan ekspresi yang berbeda dari sosok yang ia kenal beberapa hari ini. Pria itu bersikap dingin, keras, dan tanpa sedikit pun belas kasihan.“Duduklah.” Ucap Hugo pelan.Anehnya, ketika berbicara kepada Reya, suara Hugo justru berubah lembut.Reya masih terpaku, tatapannya kembali kepada Lulu. Ada rasa iba yang langsung muncul di wajahnya.“Apa yang terjadi?” tanya Reya pelan.Hugo tidak menjawab pertanyaan itu. Sebaliknya, ia menatap Lulu dengan sorot mata tajam.“Kau sudah melanggar kontrak.” Suara Hugo terdengar rendah, tetapi setiap ka
Read more