“Sepertinya ini menjadi sangat menarik.” Leonard terkekeh. “Tunjukan bukti yang kamu punya, Sinta.” Dewa berjalan ke depan, lalu duduk di sofa dengan diikuti oleh Leonard. Sinta tersenyum sinis memandang Paula. Ingin menjadikannya sebagai kambing hitam, mereka berpikir terlalu jauh. Bagi seorang Sinta, ketiga wanita ini hanya merupakan pemula. Bermain trik, ia jagonya. “Ada apa ini? Sinta!” Anthony datang dengan tergesa-gesa. Melihat saudara laki-lakinya tiba di club ini, Sinta tersenyum puas. Ia merasa telah menang karena dari awal sampai akhir, ia lah yang mengatur permainan ini. “Kak, mereka menuduhku telah mencelakai Karin. Ini sungguh menyakitkan,” ucap Sinta. Siapa pun tahu betapa sayangnya Anthony terhadap Sinta, bahkan pria ini rela masuk penjara karena pernah mencelakai Karin. Ya, nama tersebut membuat Anthony naik darah. Ia tidak akan pernah lupa. Gara-gara Karin lah ia dipukuli, bahkan bagian terlarangnya perlu disembuhkan. Sekarang, adiknya sedih juga gara-gara
Last Updated : 2026-09-28 Read more