Lilis menatap Badru dengan tatapan menghina yang seketika kembali ke wajahnya. Kesedihannya menguap, digantikan rasa angkuh. "Puas! Puas akang liat hidup Lilis gini? Tapi, daripada sama akang, mending aku sama juragan Darsa sih!" semburnya.Sret!Ia membalikkan badan, menghentakkan kaki dengan kasar, lalu melesat pergi dari ambang pintu lalu membantingnya.Brak!Suasana teras mendadak hening. Abah Lilis yang sempat melotot akhirnya masuk ke dalam, meninggalkan serpihan cangkir yang berserakan.Mang Jaka menggeleng-gelengkan kepala, lalu melirik Badru. "Gusti... sinis pisan itu bocah. Padahal kemarin-kemarin nempel kayak prangko. Kok sekarang ketus banget sama kamu, Dru?"Badru hanya tersenyum tipis, lalu mengendus lengan kaosnya sendiri. "Ya wajar, Mang. Siapa juga yang mau sama kuli angon? Badan bau tahi sapi, kumal begini. Wajar kalau Lilis nyari yang punya tanah luas.""Ah, sudahlah. Bukan urusan kita," sahut Mang Jaka sambil menepuk pundak Badru. Plak!"Ayo balik ke kandang, gak
Baca selengkapnya