Badru menyeringai melihat Laras yang sudah tidak berdaya dalam jepitannya. Ia sengaja menghentikan gerakannya secara mendadak, membiarkan miliknya yang besar tetap tertanam penuh di dalam rahim Laras."Ah... Dru... Kenapa berhenti?" tanya Laras dengan mata sayu, napasnya naik turun memburu.Badru mencengkeram dagu Laras, memaksa wanita matang itu menatap matanya yang tajam."Teteh mau lagi?" bisik Badru, suaranya terdengar sangat dalam dan nakal. "Coba bilang dulu, siapa yang lebih hebat? Saya atau Kang Yanto?"Wajah Laras memerah padam. Ia meremas bahu kekar Badru yang basah oleh peluh. "Kamu, Dru... Kamu jauh lebih hebat. Punya Kang Yanto nggak ada apa-apanya.""Panggil saya apa, Teh?" Badru sengaja memutar sedikit pinggulnya, membuat Laras langsung melenguh panjang."Ahhh! Akang... Akang Badru... Ayo, Kang, hantam lagi. Teteh mohon," racau Laras pasrah, meruntuhkan seluruh harga dirinya sebagai istri saudagar kaya.Whuushh!Hawa magis madu jantan dari tubuh Badru meledak semakin pe
Baca selengkapnya