Share

Bab 45

Penulis: Arandiah
last update Tanggal publikasi: 2026-07-03 23:43:22

Lilis menggigit bibir bawahnya yang pucat. Matanya mulai berkaca-kaca menahan rasa malu sekaligus dongkol.

Daster tipis bermotif bunga yang dipakainya masih basah kuyup, menempel ketat di kulit dan mencetak jelas lekuk tubuhnya. Dua gundukan dadanya yang padat menyembul kencang di balik kain tipis itu, turun naik seiring napasnya yang memburu karena syok melihat perubahan drastis Badru.

"Akang... tega pisan ya sekarang sama aku," cicit Lilis, suaranya bergetar ego kewanitaannya runtuh. "Aku ini
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 52

    "Gak ada apa-apa, kok."Sret!Pintu samping dapur terbuka kasar. Lilis melangkah masuk dengan wajah ditekuk ketus. Sepasang matanya yang tajam langsung tertuju pada Badru dan Merpati yang berdiri berdekatan.Deg!Jantung Lilis berdenyut nyeri melihat pemandangan di depannya. Rasa tidak terima bergejolak hebat di dadanya yang padat di balik daster tipis bermotif bunga.Whuushh!Aroma madu jantan yang pekat dari tubuh Badru langsung menyambar penciuman Lilis. Hidung Lilis kembang kempis, lututnya mendadak lemas, namun ia buru-buru menahan diri dengan berkacak pinggang."Pagi-pagi sudah berduaan di dapur orang, tidak malu apa?" sindir Lilis ketus, suaranya melengking tinggi menutupi rasa gugupnya.Merpati tersentak, wajahnya merona merah karena tertangkap basah. Ia buru-buru mundur satu langkah menjauhi Badru.Lilis berjalan mendekat, menatap Merpati dari atas ke bawah dengan pandangan meremehkan."Lagian kamu juga, Mer. Kerjaan numpuk begitu malah asyik mengobrol sama kuli angon. Ingat

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 51

    "maaf Teh, saya gak bisa janji, soalnya mau bersihin kandang. Kalau begitu saya permisi mau ke ladang."Badru langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Laras menuju ladang bawah.Sret! Sret!Arit di tangan Badru memotong rumput dengan cepat. Otot lengannya mengencang. Peluh membasahi dada bidang dan perut kotak-kotaknya.Whuushh!Angin pagi berembus. Aroma madu jantan dari kulit Badru menguar pekat.Badru berhenti mengayunkan arit. Ia menyeka keringat di dahi, lalu menatap hamparan ladang.'Teh Laras, Lilis, semalam si Merpati. Semuanya mendadak aneh kalau dekat saya,' batin Badru.Ia mengingat kata-kata Mang Jaka tentang barang panas yang bisa meminta tumbal.'Ah, masa bodoh. Yang penting fisik saya kuat dan punya kuasa sekarang. Si Jono juga jadi senjata maut,' pikir Badru sambil menyeringai pongah.Plak!Badru menepuk keranjang bambu di punggungnya yang sudah penuh rumput. Ia melangkah tegap kembali ke kandang Abah Haji Sodiq.Bruk!Badru menurunkan keranjang rumput di dekat palun

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 50

    Badru menghentikan langkah kekarnya di batas jalan setapak menuju ladang. Ia menoleh perlahan, menatap sosok wanita yang baru saja memanggil namanya.Itu Teh Laras.Wanita matang itu berdiri tak jauh dari rumpun pohon singkong, mengenakan kebaya kutubaru motif batik lawas dengan kain jarik yang ketat membungkus pinggul sintalnya. Rambutnya disanggul rapi, menyisakan tengkuk putih yang berkeringat tipis.'Kenapa Teh Laras pagi-pagi begini sudah berkeliaran di dekat ladang bawah?' batin Badru heran, matanya menyipit tajam."Ada apa, Teh?" tanya Badru tenang. Suaranya yang berat dan dalam terdengar begitu maskulin di udara pagi yang bersih.Sret! Sret!Teh Laras melangkah mendekati Badru. Semakin dekat jarak mereka, langkah wanita itu mendadak melambat, agak gontai.Whuushh!Angin pagi berembus dari arah Badru, menerbangkan aroma madu jantan yang pekat dan hawa panas dari dada bidangnya langsung ke arah Laras.Sniff! Sniff!Hidung Teh Laras kembang kempis. Pipinya yang semula pucat menda

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 49

    Keesokan harinya, matahari pagi baru terbit. Badru bersiap di dalam gubuknya. Sebuah arit tajam terselip di pinggang. Keranjang bambu besar sudah digendong di punggung. Badru menatap botol loakan kusam di atas meja kayu. Cairan keemasan di dalamnya bergoyang. 'Khasiatnya nyata banget. Tapi... aman gak ya? Jangan-jangan ini barang mistis yang pakai tumbal,' batin Badru ragu. Crot! Crot! Badru nekat menyemprotkan cairan itu ke leher dan dada bidangnya. Whuushh! Hawa hangat langsung menjalar ke pembuluh darahnya. Otot lengan Badru mengencang seketika. Aroma madu jantan yang pekat langsung memenuhi ruangan. 'Gila, hawanya langsung bikin stamina naik. Tapi kalau beneran ada efek samping klenik, bisa repot,' monolog Badru dalam hati sambil menyimpan kembali botol itu. Badru berjalan tegap menuju kandang sapi milik Abah Haji Sodiq. Plak! Badru menaruh keranjang bambunya di dekat jerami. Mang Jaka yang sedang menyapu palung pakan langsung menoleh. Hidungnya kembang kempis. Sniff! S

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 48

    Sret!Lilis melangkah mendekat hingga dadanya yang padat nyaris menempel pada dada bidang Badru. Tangannya gemetar, mencoba meraih lengan kekar yang sekeras batu itu."Aku menyesal, Kang. Tolong jangan galak begitu," cicit Lilis dengan mata sayu yang mendamba. "Pasti Teh Laras saja sudah ngerasain... masa aku nggak boleh? Aku mau, Kang."Badru tidak bergerak setapak pun. Dia tetap melipat tangan di depan dada, menatap dingin ke arah mantan pacarnya.'Enak saja kamu datang langsung minta jatah. Dulu saya kamu injak-injak seperti kotoran,' batin Badru, ego lelakinya bergejolak sinis.Badru terkekeh rendah. Suara tawanya terdengar mengejek di tengah kesunyian malam."Mau apa, Lis? Mau ngerasain punya saya?" tanya Badru dengan nada santai namun sarat intimidasi.Lilis mengangguk cepat. Wajahnya sudah merah padam.Whuushh!Hawa panas maskulin dari tubuh Badru berembus semakin pekat. Aroma madu jantan yang menguar membuat lutut Lilis benar-benar kehilangan tenaga.Grep!Badru tiba-tiba meng

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 47

    Merpati menatap Badru. Matanya sayu. Napasnya naik turun. Kalimat terakhirnya membuat Badru diam.'Maksud Merpati apa? Bantu yang gimana?' batin Badru.Whuushh!Angin malam berembus lambat. Wangi madu jantan keluar dari kulit Badru. Hidung mungil Merpati kembang kempis menghirup aroma itu. Pipinya merah padam. Gadis itu meremas daster batik pudarnya yang ketat.'Gusti... Merpati sampai begini gairah banget. Apa gara-gara parfum ini?' monolog Badru dalam hati.Badru memperhatikan lekuk tubuh Merpati. Dada padatnya yang basah menempel ketat di kain daster. Kalau Badru mau, dia bisa saja langsung menarik Merpati ke semak-semak dan menghabisinya di pinggir jalan sepi ini.Tapi Badru menahan diri. Dia menatap wajah Merpati. Mereka adalah sahabat sejak orok dan sering main lumpur bersama. Badru tidak sanggup meniduri sahabat masa kecilnya sendiri.Badru memundurkan tubuhnya satu langkah. Ia menggaruk tengkuknya yang basah."Kamunya ngomong apa sih, Mer?" tanya Badru sambil terkekeh.Deg!Me

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 4 kehidupan kedua

    Karena pintu tidak tertutup, jadi Badru mengira ia bisa masuk tanpa mengetuk pintu. "Teh Laras... ini pompa ASI-nya sudah saya beli," kata Badru. Suaranya pecah di ujung kalimat karena gugup.Laras kaget, kepalanya menoleh cepat. Gerakan mendadak itu membuat daster batiknya melorot, memperlihatkan

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 3 Parfum aneh

    Narti menyandarkan pinggulnya yang padat ke tepi etalase kaca. Kaos marun ketat yang membungkus tubuh atasnya tampak begitu sesak, memperlihatkan lengkungan dada yang penuh dan menonjol tegak. Bibirnya yang basah oleh lipstik merah merekah melengkung tipis, menatap Badru yang sedari tadi gelisah m

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 2 Godaan baru

    "Ada apa, Teh?" Tanya Badru yang cepat-cepat menunduk. Melihat pemandangan di depan matanya, ia menelan ludah berkali-kali, seolah tenggorokannya terasa kering Ia bisa melihat pepaya besar, halus nan padat itu menyembul dari balik penyangga merahnya, yang tidak sanggup menampung seluruh daging ke

  • Parfum Pemikat Wanita    Bab 1 Badru si 'banteng bau'

    "Kita udahan aja ya, Kang. Lilis udah nggak bisa kalau harus lanjutin hubungan ini." Badru terdiam, masih berusaha mencerna ucapan Lilis, gadis pujaan hati yang selalu ia bayangkan akan menjadi istrinya. "Kenapa emangnya, Lis?" tanya Badru. Suaranya terdengar serak dan berat, berusaha keras mered

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status