แชร์

BAB 182: WARISAN MILIARAN RUPIAH

ผู้เขียน: Langit Berawan
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-20 23:59:18

"Tanda tangani ini, Marlon, Erinka. Jangan biarkan sisa hidup Kakek dipenuhi oleh rasa bersalah karena menunda keadilan bagi kalian berdua," ujar Kakek Hardiyata dengan suara yang bergetar namun sarat akan ketegasan yang tidak ingin dibantah lagi.

Erinka menatap selembar dokumen tebal bersampul kulit hitam dengan logo emas keluarga Hardiyata yang baru saja diletakkan di atas meja kaca ruang perawatan. Matanya melebar saat membaca baris demi baris teks legalitas yang tertera di halaman depan.

"
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 182: WARISAN MILIARAN RUPIAH

    "Tanda tangani ini, Marlon, Erinka. Jangan biarkan sisa hidup Kakek dipenuhi oleh rasa bersalah karena menunda keadilan bagi kalian berdua," ujar Kakek Hardiyata dengan suara yang bergetar namun sarat akan ketegasan yang tidak ingin dibantah lagi.Erinka menatap selembar dokumen tebal bersampul kulit hitam dengan logo emas keluarga Hardiyata yang baru saja diletakkan di atas meja kaca ruang perawatan. Matanya melebar saat membaca baris demi baris teks legalitas yang tertera di halaman depan. "Kakek, ini... ini terlalu banyak. Kami tidak bisa menerima semua aset ini begitu saja. Kehadiran kami untuk membantu Kakek dan Papa bukan karena harta ini.""Kakek tahu, Erinka. Justru karena Kakek tahu kalian tidak serakah seperti yang lain, Kakek dengan sukarela menyerahkan semua ini," sahut Kakek Hardiyata sambil mengarahkan pandangan matanya yang mulai meredup namun penuh kehangatan kepada Marlon. "Marlon, bagaimana menurutmu? Apakah kamu akan menolak niat baik seorang tua yang ingin menebu

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 181: PERMOHONAN TULUS KAKEK HAR 

    Suasana pagi di area taman dalam Rumah Sakit Pusat Megah Medika terasa begitu sejuk, dipenuhi oleh aroma embun yang membasahi dedaunan hijau di sepanjang jalur refleksi. Meskipun matahari mulai meninggi dan memancarkan sinarnya yang hangat, keheningan di paviliun khusus VIP itu tetap terjaga dengan sangat ketat oleh barisan pengawal dari tim keamanan. Tempat ini sengaja disterilkan dari hiruk-pikuk publik agar para petinggi keluarga yang sedang menjalani perawatan bisa menikmati ketenangan tanpa gangguan dari pihak luar maupun kejaran media massa. Di bawah keteduhan pohon pelindung yang rindang, waktu seolah bergerak lebih lambat, memberikan ruang bagi hati yang lelah untuk merenungkan kembali setiap garis takdir yang telah terlewati dengan penuh lika-liku.Di sudut paviliun yang langsung menghadap ke taman bunga bervariasi itu, keheningan beralih ke dalam sebuah ruang perawatan yang luas dan berfasilitas lengkap. Kakek Hardiyata duduk tegak di kursi rodanya sambil menatap Marlon d

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 180: DUA SISI TAKDIR YANG ADIL 

    Waktu terus berjalan tanpa pernah menunggu siapapun, membawa perubahan besar yang menandai babak baru bagi seluruh anggota keluarga besar Hardiyata. Di bawah langit kota Jakarta yang perlahan mulai cerah seiring dengan menurunnya angka infeksi pandemi, sebuah pemandangan yang sangat kontras terjadi di dua tempat yang berbeda. Roda kehidupan akhirnya berputar dengan sangat nyata dan adil di bawah langit Hardiyata, memberikan balasan yang setimpal bagi setiap perbuatan manusia yang telah menanam benih di masa lalu. Hukum alam yang tidak pernah salah alamat kini mempertontonkan bagaimana sebuah kejayaan sejati dan kehancuran total bisa terjadi dalam satu waktu yang bersamaan di dalam satu lingkaran keluarga yang sama.Di satu sisi, Marlon dan Sugalih menikmati penghormatan dunia yang luar biasa tinggi atas keberhasilan Yellow Pil membawa Megah Hardiyata Group ke puncak kejayaan internasional yang belum pernah tercapai oleh korporasi mana pun di Asia. Aula utama gedung pusat kendali op

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 179: PENYESALAN MENDALAM DI RUANG ICU 

    Aroma cairan antiseptik yang menyengat langsung menyambut kedatangan keluarga besar Hardiyata di lorong lantai khusus ruang ICU Rumah Sakit Pusat Megah Medika. Lampu indikator merah di atas pintu kaca besar itu menyala dengan konstan, menandakan bahwa di dalam ruangan tersebut sedang berlangsung perjuangan hidup dan mati yang sangat kritis. Langkah kaki yang terburu-buru dari para perawat dan dokter spesialis saraf yang keluar masuk ruangan semakin menambah pekat suasana ketegangan yang menyelimuti area tunggu sejak pagi buta. Di sudut lorong, Sugalih duduk dengan kedua tangan yang menopang wajah tuanya yang tampak sangat layu, kehilangan seluruh wibawa seorang CEO yang baru saja diraihnya di dunia bisnis internasional.Ketika pintu lift terbuka dengan dentingan yang nyaring, Marlon melangkah keluar dengan ekspresi wajah yang tenang namun waspada, mendampingi Erinka yang berjalan dengan tubuh yang limbung karena syok. Erinka menangis histeris saat mendapati ibunya sudah terkapar tid

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 178: SERANGAN STROKE YANG FATAL 

    Sejak fasilitas mewahnya ditarik dan status sosialnya dihancurkan oleh dewan keluarga besar Hardiyata, Kemala menghabiskan sebagian besar waktunya terkurung di dalam kamar. Kamar yang dahulu menjadi simbol kemewahan dan tempatnya memamerkan koleksi perhiasan mahal, kini terasa laksana sel penjara bawah tanah yang pengap dan sunyi, dipenuhi oleh tumpukan surat tagihan utang yang belum terbayar.Kemala duduk di tepi tempat tidur dengan gawai di tangannya—satu-satunya alat komunikasi yang tersisa setelah semua fasilitas premium miliknya diblokir oleh perusahaan. Dengan jemari yang gemetar karena menahan luapan emosi yang terpendam, ia mulai membuka aplikasi berita harian nasional dan internasional untuk melihat perkembangan situasi di luar sana. Namun, apa yang terpampang di layar gawai tersebut justru menjadi awal dari malapetaka terbesar dalam hidupnya.Puncaknya terjadi saat Kemala membaca berita harian yang menampilkan kejayaan internasional Megah Hardiyata Group dengan tajuk utama

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 177: EGO KERAS KEMALA 

    Suara deru mesin mobil-mobil mewah yang biasanya mengantar jemput para tamu sosialita kini telah lenyap, digantikan oleh kesunyian mencekam setelah tim logistik perusahaan menarik seluruh fasilitas kendaraan kemarin sore. Di dalam ruang tengah yang luas itu, sinar matahari yang menerobos masuk melalui celah gorden besar seolah enggan menyentuh sosok Kemala yang duduk sendirian di sudut sofa, meratapi nasibnya dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh kabut kemarahan yang mendalam.Namun, di tengah keterpurukan sosialnya yang begitu nyata di hadapan publik dan keluarga besar, Kemala sama sekali menolak berkaca pada kesalahannya sendiri yang telah menghancurkan reputasinya. Alih-alih menyadari bahwa konspirasi busuknya bersama Zakie adalah penyebab utama dari segala penderitaan ini, hati wanita paruh baya itu justru semakin mengeras dan tertutup rapat oleh dinding keangkuhan yang semu. Pikiran Kemala telah menyimpang jauh dari kenyataan obyektif yang sedang terjadi di sekelilingnya, men

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 8: DIIKUTI WANITA PENGGODA

    “Kenapa kamu sejak tadi diam saja sih, Beb? Apa kamu masih belum yakin dengan Black Card yang aku miliki bisa membayar semua makanan yang dipesan teman-temanmu,” ucap Erinka saat terlihat kurang berselera menikmati makan siangnya di meja terpisah dengan teman-temannya. “Aku percaya kok, pasti kamu

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 7: MEMILIKI BLACK CARD 

    Setelah Albert menyetujui untuk menyampaikan permohonan maafnya pada Hendrik dan tony, Erinka kembali mengajak Marlon untuk bergabung dengan teman-temannya yang sedang asyik mengobrol. Wenny tampak berbisik-bisik dengan lelaki kurus di sebelahnya, entah apa yang direncanakannya.“Marlon, selama per

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 6: MENCARI KEBERADAAN MARLON 

    Siapa saja yang mendengar nama Meygi, pasti akan membayangkan seorang wanita cantik tapi memiliki hati yang kejam. Dalam kalangan pebisnis kelas atas, namanya sangat ditakuti karena dia tidak akan segan-segan menghabisi siapa saja yang bermasalah dengan dirinya.Seperti halnya para pebisnis lainnya

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 5: WANITA MISTERIUS 

    Erinka masih diliputi dengan cemas atas kejadian di jalan raya akhirnya sampai juga ke hotel bintang lima tempat reuni ditemani Marlon. “Ayo, kita turun...” ucap Erinka saat Marlon sudah mematikan mesin mobil di parkiran basement hotel.“Tunggu dulu, Beb...” ucap Marlon sambil menahan lengan kanan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status