Plak...! Plak...! Plak...!Suara tepuk tangan menggema dengan ritme yang solid di dalam ruang sidang utama lantai paling atas gedung pencakar langit MHG. Seluruh jajaran direksi, komisaris independen, dan perwakilan pemegang saham institusi yang tersisa berdiri tegak dengan tatapan penuh rasa hormat. Ketakutan yang sempat membayangi mereka selama masa pembersihan internal kini telah lenyap, digantikan oleh rasa optimis yang membumbung tinggi.Kakek Hardiyata duduk di kursi rodanya di ujung meja konperensi, mengenakan kemeja batik sutra terbaiknya. Meskipun gurat-gurat kelelahan masih membekas di wajah senjanya, sepasang mata elang beliau memancarkan kelegaan yang teramat sangat mendalam. Di samping kanan dan kirinya, Marlon dan Erinka berdiri dengan anggun. Marlon tampak berwibawa dengan setelan jas hitam potongan modern yang pas di tubuh tegapnya, sementara Erinka memukau semua orang dengan gaun formal berwarna biru dongker yang elegan."Semuanya, silakan duduk kembali," ucap Kak
Read more