Beranda / Male Adult / Marlon Menantu Terhebat / BAB 183: LOGIKA BISNIS SUGALIH

Share

BAB 183: LOGIKA BISNIS SUGALIH

Penulis: Langit Berawan
last update Tanggal publikasi: 2026-08-22 11:44:13

"Nak Marlon, cobalah lihat ini dari sudut pandang yang lebih luas dan objektif," ujar Sugalih sambil melangkah mendekat ke arah meja kaca, menatap menantunya dengan sorot mata yang penuh dengan keserius. "Ini bukan lagi sekadar masalah pembagian harta warisan keluarga atau hadiah atas jasa masa lalu. Ini adalah keputusan strategis yang akan menentukan hidup dan matinya korporasi kita di pasar global."

Marlon melipat kedua tangannya di dada, mendengarkan dengan saksama tanpa memotong kalimat bap
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 186: MENOLAK LINGKARAN KORPORASI

    "Kakek, Papa, tolong dengarkan ini sebagai sebuah keputusan akhir yang tidak akan pernah saya ubah lagi," ujar Marlon dengan nada suara yang teramat tenang, namun mengandung getaran ketegasan yang sanggup mengunci seluruh perdebatan di dalam ruang perawatan VIP tersebut.Sugalih menatap menantunya dengan dahi berkerut, masih berusaha mencerna arah pemikiran pemuda jenius di hadapannya. "Marlon, apakah kamu benar-benar sudah memikirkan dampaknya? Menjadi penasihat eksternal mungkin melindungimu dari beberapa aturan direksi, tetapi menarik diri sepenuhnya dari lingkaran operasional akan membuatmu kehilangan kendali langsung atas Megah Hardiyata Group."Marlon tersenyum tipis, sebuah lengkungan bibir yang tidak menyiratkan rasa angkuh, melainkan sebuah kedamaian jiwa yang sangat murni. "Papa, kendali sejati tidak pernah terletak pada ruangan megah di lantai atas gedung pusat atau pada kartu nama bertuliskan jabatan tinggi. Kendali saya atas keselamatan keluarga ini ada pada kekuatan fo

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 185: KEPUTUSAN BESAR MARLON

    Marlon yang sejak tadi berdiri tenang di sisi Erinka, langsung mengulurkan tangannya yang hangat. Ia menggenggam jemari Erinka yang terasa dingin akibat kecemasan yang memuncak. Sentuhan fisik dari Marlon seketika mengirimkan gelombang ketenangan yang luar biasa ke dalam tubuh Erinka, seolah-olah pria itu adalah jangkar yang menahannya agar tidak tenggelam di dalam badai memori masa lalu.Marlon menatap istrinya dengan kelembutan yang teramat dalam, sepasang matanya seolah berkata bahwa apa pun keputusan yang diambil, ia akan selalu berdiri sebagai benteng pelindung terdepan. Marlon memahami betul bahwa luka hati tidak bisa disembuhkan hanya dengan menyerahkan aset miliaran rupiah atau posisi komisaris utama. Kedamaian jiwa Erinka adalah prioritas tertinggi di atas segala bentuk kejayaan materi yang ditawarkan oleh dinasti Hardiyata.Dengan kehadiran Marlon yang begitu meneduhkan di sampingnya, Erinka menarik napas dalam-dalam, berusaha mengusir bayang-bayang kelam faksi Adam dan ra

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 184: DILEMA DI HATI ERINKA 

    Erinka bergulat dengan dilema batin yang hebat antara menghormati amanah kakeknya untuk meneruskan dinasti bisnis dan rasa takut akan kembalinya trauma masa lalu akibat kelicikan anggota keluarga lainnya. Di dalam ruang perawatan VIP Rumah Sakit Pusat Megah Medika yang sunyi dan steril, tumpukan berkas pengalihan aset senilai miliaran rupiah itu justru tampak seperti sebuah monumen yang mengintimidasi. Lembar demi lembar kertas legalitas tersebut mencerminkan kekuasaan, takhta, dan kendali atas Megah Hardiyata Group yang baru saja dibersihkan dari faksi-faksi korup. Bagi sebagian besar orang di luar sana, dokumen di atas meja kaca ini adalah berkah luar biasa yang diimpikan seumur hidup. Namun, bagi Erinka, setiap huruf yang tercetak di sana terasa seperti rantai tak terlihat yang siap menyeretnya kembali ke dalam labirin penderitaan yang baru saja berhasil ia lalui dengan penuh air mata.Sementara ia bimbang, suaminya, Marlon, memberikan dukungan moral yang kuat di tengah suasana

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 183: LOGIKA BISNIS SUGALIH

    "Nak Marlon, cobalah lihat ini dari sudut pandang yang lebih luas dan objektif," ujar Sugalih sambil melangkah mendekat ke arah meja kaca, menatap menantunya dengan sorot mata yang penuh dengan keserius. "Ini bukan lagi sekadar masalah pembagian harta warisan keluarga atau hadiah atas jasa masa lalu. Ini adalah keputusan strategis yang akan menentukan hidup dan matinya korporasi kita di pasar global."Marlon melipat kedua tangannya di dada, mendengarkan dengan saksama tanpa memotong kalimat bapak mertuanya itu sedikit pun. "Saya mendengarkan, Pah. Apa yang sebenarnya sedang Papa rencanakan?”Sugalih menarik napas dalam-dalam, lalu menepuk pundak Marlon dengan penuh rasa percaya yang teramat sangat mendalam. "Sebagai CEO yang baru, aku tahu betul batasan kemampuanku dalam menghadapi serigala-serigala politik di luar sana. Megah Hardiyata Group membutuhkan sebuah benteng pertahanan yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga memiliki kekuatan untuk mengeksekusi keputusan tanpa

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 182: WARISAN MILIARAN RUPIAH

    "Tanda tangani ini, Marlon, Erinka. Jangan biarkan sisa hidup Kakek dipenuhi oleh rasa bersalah karena menunda keadilan bagi kalian berdua," ujar Kakek Hardiyata dengan suara yang bergetar namun sarat akan ketegasan yang tidak ingin dibantah lagi.Erinka menatap selembar dokumen tebal bersampul kulit hitam dengan logo emas keluarga Hardiyata yang baru saja diletakkan di atas meja kaca ruang perawatan. Matanya melebar saat membaca baris demi baris teks legalitas yang tertera di halaman depan. "Kakek, ini... ini terlalu banyak. Kami tidak bisa menerima semua aset ini begitu saja. Kehadiran kami untuk membantu Kakek dan Papa bukan karena harta ini.""Kakek tahu, Erinka. Justru karena Kakek tahu kalian tidak serakah seperti yang lain, Kakek dengan sukarela menyerahkan semua ini," sahut Kakek Hardiyata sambil mengarahkan pandangan matanya yang mulai meredup namun penuh kehangatan kepada Marlon. "Marlon, bagaimana menurutmu? Apakah kamu akan menolak niat baik seorang tua yang ingin menebus

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 181: PERMOHONAN TULUS KAKEK HAR 

    Suasana pagi di area taman dalam Rumah Sakit Pusat Megah Medika terasa begitu sejuk, dipenuhi oleh aroma embun yang membasahi dedaunan hijau di sepanjang jalur refleksi. Meskipun matahari mulai meninggi dan memancarkan sinarnya yang hangat, keheningan di paviliun khusus VIP itu tetap terjaga dengan sangat ketat oleh barisan pengawal dari tim keamanan. Tempat ini sengaja disterilkan dari hiruk-pikuk publik agar para petinggi keluarga yang sedang menjalani perawatan bisa menikmati ketenangan tanpa gangguan dari pihak luar maupun kejaran media massa. Di bawah keteduhan pohon pelindung yang rindang, waktu seolah bergerak lebih lambat, memberikan ruang bagi hati yang lelah untuk merenungkan kembali setiap garis takdir yang telah terlewati dengan penuh lika-liku.Di sudut paviliun yang langsung menghadap ke taman bunga bervariasi itu, keheningan beralih ke dalam sebuah ruang perawatan yang luas dan berfasilitas lengkap. Kakek Hardiyata duduk tegak di kursi rodanya sambil menatap Marlon d

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 8: DIIKUTI WANITA PENGGODA

    “Kenapa kamu sejak tadi diam saja sih, Beb? Apa kamu masih belum yakin dengan Black Card yang aku miliki bisa membayar semua makanan yang dipesan teman-temanmu,” ucap Erinka saat terlihat kurang berselera menikmati makan siangnya di meja terpisah dengan teman-temannya. “Aku percaya kok, pasti kamu

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 7: MEMILIKI BLACK CARD 

    Setelah Albert menyetujui untuk menyampaikan permohonan maafnya pada Hendrik dan tony, Erinka kembali mengajak Marlon untuk bergabung dengan teman-temannya yang sedang asyik mengobrol. Wenny tampak berbisik-bisik dengan lelaki kurus di sebelahnya, entah apa yang direncanakannya.“Marlon, selama per

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 6: MENCARI KEBERADAAN MARLON 

    Siapa saja yang mendengar nama Meygi, pasti akan membayangkan seorang wanita cantik tapi memiliki hati yang kejam. Dalam kalangan pebisnis kelas atas, namanya sangat ditakuti karena dia tidak akan segan-segan menghabisi siapa saja yang bermasalah dengan dirinya.Seperti halnya para pebisnis lainnya

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 5: WANITA MISTERIUS 

    Erinka masih diliputi dengan cemas atas kejadian di jalan raya akhirnya sampai juga ke hotel bintang lima tempat reuni ditemani Marlon. “Ayo, kita turun...” ucap Erinka saat Marlon sudah mematikan mesin mobil di parkiran basement hotel.“Tunggu dulu, Beb...” ucap Marlon sambil menahan lengan kanan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status