Matahari hari kelima membiaskan pendar keemasan yang membakar atap-atap gedung Rumah Sakit Medika Utama. Udara di dalam ruangan pemeriksaan gawat darurat terasa kian menyesakkan, dibalut aroma cairan pembasmi kuman yang tajam serta dinginnya embusan dari pendingin udara. Di dalam ruangan kontrol VIP, seorang pria muda bersandar santai di atas brankar bersih, mengumbar senyum tipis yang sarat akan maksud terselubung.Julian, sang konglomerat muda yang terkenal dengan reputasi playboy-nya di kalangan kelas atas, sengaja meregangkan kakinya di atas seprai putih."Aduh, sebelah sini rasanya nyeri sekali kalau digerakkan, Dokter Tiffany," keluh Julian dengan nada suara yang dibuat-buat lemas, sembari matanya bergerak nakal memperhatikan raut wajah dokter cantik di sampingnya.Tiffany berdiri tegak di sisi brankar tanpa ada sedikit pun minat untuk membalas godaan terselubung itu.Jas dokter putihnya terkancing rapi, membungkus tubuhnya yang kaku bagaikan patung pualam. Wajahnya tertutu
Read more