"Apanya yang ada apa ...," cicit Tiffany pelan dengan nada nada menggerutu yang mengarah pada kejengkelan, meski suaranya terdengar agak serak."Katakan padaku, Tiffany. Jangan diam saja," desak Ethan makin cemas, jemari tangannya yang hangat terangkat untuk mengusap kening istrinya yang agak lembap. "Apakah bagian bawahmu sangat sakit? Perlu kupanggilkan dokter pribadi sekarang?"Mendengar kata dokter pribadi disebut, mata jernih Tiffany seketika membelalak lebar. Wanita itu menoleh cepat, menatap suaminya dengan pandangan tidak percaya."Jangan gila, Ethan! Kamu mau menaruh mukaku di mana kalau sampai memanggil dokter pribadi cuma untuk urusan seperti ini?" tegur Tiffany dengan nada suara yang sedikit meninggi, menahan rasa malu yang makin membuncah di dadanya."Lalu kenapa kamu merintih seperti tadi?" pukas Ethan, alis tebalnya berkerut rapat. "Aku cuma khawatir kalau tindakanku semalam membuatmu cedera."Tiffany menghela napas panjang, menatap sebal pada pria tegap yang kini
Baca selengkapnya