Cengkeraman tangannya pada tepi daun pintu kayu menegang sangat kencang, memancarkan kekuatan fisik yang begitu besar hingga kayu jati tebal itu mengeluarkan decit retakan halus yang memilu."Itu mustahil!" geram Ethan dengan nada suara yang meluncur sangat rendah, tajam, dan bergetar hebat oleh amarah yang membakar jiwanya dari dalam.Suara baritonnya tidak lagi terdengar santai atau penuh keputusasaan, melainkan berubah menjadi geraman monster yang baru saja dibangunkan dari tidur panjangnya. Sorot matanya yang legam kini dipenuhi oleh kilatan membunuh yang ditujukan pada nama wanita yang telah memicu kekacauan gila ini di dalam rumah tangganya.Pria itu memajukan wajahnya lebih dekat, menekankan setiap kata yang keluar dari tenggorokannya dengan kejujuran yang mentah, dingin, dan mematikan."Itu mustahil!" bantah Ethan keras, suaranya menggelegar menembus keheningan lorong, matanya menusuk lurus ke dalam pandangan Tiffany tanpa rasa ragu sedikit pun. "Aku tidak pernah menyentu
Baca selengkapnya