Chloe merasa seluruh darah di tubuhnya mendidih seketika, menganggap senyuman itu sebagai bentuk penghinaan paling telak di muka bumi."Berhenti menatapku dengan tatapan menjijikkan itu, Tiffany!" desis Chloe dengan suara bergetar keras yang nyaris lepas kendali.Tiffany tetap mempertahankan senyuman sopannya, menatap Chloe dengan sorot mata yang dipenuhi rasa kasihan yang sangat murni. "Selamat malam, Chloe. Senang melihatmu bisa datang menghadiri acara malam ini."Kalimat sapaan yang diucapkan dengan nada sangat ramah itu membuat dada Chloe terasa mau meledak seketika.Bagi Chloe, ucapan selamat malam tersebut bukan sebuah sapaan sopan, melainkan pengingat kejam tentang betapa jauhnya perbedaan kelas di antara mereka sekarang. Tiffany berdiri di sana sebagai nyonya Vance yang dipuja jutaan orang, sementara dirinya berdiri mengenakan gaun robek dengan bedak tebal menutupi lebam bekas KDRT. Kesenjangan status sosial itu terlihat begitu nyata, terpampang sangat jelas tanpa bisa di
Read more