"Jangan pikirkan apa pun lagi malam ini, Yang Mulia. Hanya ada kita berdua di sini." Li Jing melingkarkan lengannya di leher Wang Ming, menariknya turun hingga wajah mereka berjarak seujung jari. Cahaya lilin memantul lembut di kulitnya, membiaskan bayang-bayang lembut di wajah yang dipenuhi kerinduan dan ketakutan sekaligus. Wang Ming membalas pelukannya dengan tangan gemetar, seakan takut jika ia melepaskan, wanita di pelukannya ini akan lenyap begitu saja. "Kau tahu betapa aku takut kehilanganmu, Li Jing. Setiap malam saat aku melihatmu tidur, aku berdoa agar pagi tak pernah datang. Karena setiap matahari terbit, bahaya semakin dekat kepadamu." "Setiap malam saat kau memelukku seperti ini, aku tahu aku aman. Tak peduli seberapa gelap dunia di luar sana, selama di sisimu, tak ada yang bisa menyakitiku." Bibir mereka bertemu perlahan, tanpa terburu-buru, penuh rasa rindu yang tertahan terlalu lama. Sentuhan itu lembut namun membakar, seolah setiap ciuman adalah janji bahwa mereka
Read more