"Kereta sudah siap Yang Mulia. Semua pelayan dan pengawal yang menyamar sudah menunggu di luar gerbang." Li Jing mengangguk pelan, menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Ia mengenakan jubah sederhana berwarna biru pudar, tanpa hiasan benang emas sekalipun. Wajahnya tenang, namun matanya menyimpan kekhawatiran yang tak ia tampakkan kepada siapa pun. Saat melangkah keluar menuju kereta, ia menoleh sejenak ke arah jendela ruang kerja istana yang tertutup tirai tebal. Di balik sana, Wang Ming berdiri diam menatapnya, tangannya mencengkeram kusen jendela erat seakan ingin berlari keluar dan menariknya kembali ke pelukan. "Jaga dirimu baik-baik..." bisiknya pelan, tak terdengar siapa pun selain dirinya sendiri. Perlahan kereta mulai bergerak meninggalkan gerbang istana. Hanya dua pelayan yang menemaninya, termasuk Su Yin yang duduk di seberang tempat duduknya, wajahnya pucat namun matanya teguh. Jalanan sepi, kabut pagi masih menyelimuti pepohonan di pinggir jalan. Setiap
Read more