"Jangan-jangan mereka pernah bekerja sama, lalu sekarang pecah kongsi," potong Arsen. "Atau Vanessa memakai Bara, lalu Bara tidak tega, makanya dia memperingatkanmu. Dua-duanya mungkin. Yang jelas, mereka berdua berbahaya untukmu sekarang. Bara karena masih obsesif, Vanessa karena licik."Azalea menggigit bibir. "Lalu aku harus bagaimana, Mas?"Arsen menatap foto Bara di ponselnya. "Untuk Bara, jangan ditemui dulu. Kalau dia mau bertemu, harus ada aku. Untuk Vanessa... aku sudah mengantisipasi.""Maksudnya?""Aku sudah menyewa orang untuk memata-matai Vanessa," ucap Arsen pelan. "Teman Adit juga. Mantan intel. Namanya Pak Joni. Nanti setiap gerak-gerik Vanessa yang mencurigakan akan dilaporkan kepadaku. Ke mana dia pergi, bertemu siapa, menelepon siapa. Semuanya."Azalea terkejut. "Mas, tidak perlu sampai begitu. Mahal, Mas.""Tidak mahal kalau untuk keselamatanmu," jawab Arsen cepat. "Aku tidak mau kejadian Keyna dan Raka terulang. Aku tida
Mehr lesen