Bu Lily mengusap kaca ruangan NICU sambil memperhatikan bayi tak berdaya itu. “Nggak apa-apa, Nak. Biarin. Mulai hari ini, namanya Aisyah. Aisyah Putri Keyna. Ibu yang jaga dia. Ibu yang sayang Aisyah.”Sekarang sudah jam 12 malam. Bu Lily sudah pulang dan digantikan oleh Arsen dan Azalea.Suara tit… tit… tit… monitor, desir ventilator, dan langkah suster yang pelan. Bau alkohol, susu, dan steril.Di pojok ruangan, inkubator nomor 3. Di dalamnya bayi sekecil boneka. Kulit merah transparan, pembuluh darah terlihat. Selang di hidung, selang di mulut, jarum infus di kaki yang ukurannya tidak lebih besar dari jari kelingking. Matanya tertutup rapat.Namanya sudah ada di gelang kuning: AISYAH PUTRI KEYNA. BB 1100 gram. PB 38 cm.Di luar inkubator, Arsen duduk di kursi plastik. Matanya merah, tidak tidur sejak jam 10 pagi.Di sebelahnya, Azalea. Kaos oblong abu-abu, jeans, rambut sebahu diik
Mehr lesen