Sejak fitting kebaya putih itu, Azalea tersenyum bahagia terus. Bahkan senyumnya tidak hilang sampai ke rumah produksi.Pagi itu, jam 6 pagi, rumah produksi sambal Azalea yang baru – yang lebih besar, hasil patungan modal dari Bu Lily – sudah ramai. Karyawan Azalea sekarang sudah menjadi 20 orang.Azalea datang dengan motor maticnya, ia menenteng 2 kantong cabai rawit merah. Wajahnya glowing, matanya berbinar, bibirnya senyum-senyum sendiri.Bahkan dia digoda oleh para karyawannya di rumah produksi karena akan menikah dengan Arsen.Mbak Siti yang paling tua langsung teriak dari dapur penggorengan,“Ehhh, itu dia calon istri dokter datang! Tumben senyumnya dari ujung gang sudah kelihatan, Bu Bos!”Mbak Yuni menyahut sambil mengulek bawang,“Iyaaa, biasanya Bu Azalea datang mukanya galak, ‘Siti, cabainya kurang pedes! Yuni, minyaknya kebanyakan!’ Sekarang mukanya kayak abis dilamar di pelaminan! Mulus banget!
Baca selengkapnya